Perjuangan dan Mata Berat

Abstrak. Satu kata yang saya anggap bisa menggambarkan tulisan ini. Aneh dan tidak berkesinambungan. Ya, ini dia.

Entahlah. Saya hanya merasa kedua kata dari judul di atas memang ada hubungannya. Sebut saja, ada benang merahnya. Benang merah itu sendiri adalah manusia. Kenapa? Semua manusia butuh perjuangan. Semua manusia berusaha untuk mendapatkan sesuatu dan semua manusia bisa letih akan hal itu. Saat manusia letih, saat itu pula ‘Mata Berat’ datang menghadang dan merayu kita untuk menutupnya. Menutupnya dan beristirahat sejenak dengan apa yang kita perjuangkan.

Oke, sekali lagi saya ingatkan, bahwa tulisan ini sangat abstrak. Saya menulisnya karena saya sedang melakukan perjuangan yang begitu berat dan mata saya selalu saja berat akibat lelah.

Banyak yang bisa di perjuangkan, Teman. Semisal kita berbuat salah, maka kita akan berjuang untuk meminta maaf. Saat kita kehabisan akal dalam menulis, maka kita akan berjuang untuk mencari ide-ide segar atau referensi terbaru. Tidak hanya itu, mari kita lihat hal yang kecil. Bernafaspun butuh perjuangan. Tidakkah kita berpikir bahwa organ-organ tubuh kita sedang melakukan perjuangan yang berat di dalam sana hanya untuk menghirup oksigen dan melakukan penyaringan? Ya, semua itu terjadi tanpa kita sadari. Merekapun berjuang. Berjuang untuk kita. Seandainya mereka punya mata, mungkin mata mereka akan terasa sangat berat bahkan sudah mulai terkatup perlahan-lahan. Untunglah Tuhan tidak menciptakan mata pada mereka dan membuat mereka tidak bisa merasakan lelah hingga nanti waktunya telah tiba.

 

Tidak hanya mata. Otakpun sebenarnya juga perlu kita lirik.

Mengapa? Tanpa otak, perjuangan tidak akan pernah terjadi. Otaklah yang memikirkannya dan seakan memerintah kita untuk berjuang terhadap sesuatu. Iya, benar kalau otak adalah pusat pengontrol diri manusia. Ini sudah terbukti. Bau-bauan yang kita cium saja, memerlukan fungsi dari otak agar kita bisa tahu bau apa kira-kira yang kita cium ini. Bayangkan kalau manusia tidak punya otak. Ohaha, saya mulai tertawa sendiri :D

Baiklah, makin kesini tulisan ini makin abstrak saja. Atau mungkin.. Makin tidak dapat di mengerti? :|

Tak apa. Saya sudah banyak menemui tulisan-tulisan aneh yang tidak berkesinambungan. Sebut saja, beda judul beda isi. Tidak jarang kita temui buku seperti itu. Entahlah, saya tidak mengerti mengapa buku seperti itu bisa di jual laris di pasaran. Ya, tapi saya akui, kadang sayapun larut dalam isi buku yang pada awalnya sangat tidak nyambung menurut saya. Saya ini labil -__-

Kembali ke pembahasan.

Adakah orang yang selama hidupnya tidak pernah berjuang? Tentu tidak. Seperti yang saya katakan, bernafaspun butuh perjuangan. Lantas manusia siapa lagi yang tidak pernah berjuang? Sedang mata berat? Ya, mungkin hal ini di alami oleh orang-orang yang punya kebiasaan tidur larut malam dan memaksakan dirinya untuk tetap terjaga. Namun dalam hal ini, mata berat di dapat akibat kelelahan dalam berjuang. Lihat saja Pak Jokowi, beliau merupakan tokoh politik idola saya. Karena kesederhanaannya, beliau berhasil membuat saya kagum. Tentu beliau juga berjuang untuk menjadi seperti sekarang ini dan tentu saja mata beliau pernah terasa berat dan letih. Itu pasti.

 

Saya rasa tulisan ini akan saya sudahi sampai disini. Tulisan ini juga butuh perjuangan lho, ya. Hihi :D