Untukmu Yang Tengah Berada Di Lapangan

           Kamu tidak tahu, betapa aku merindukanmu saat kau jauh dari pandanganku. Ya, mungkin kata ‘Jauh’ terlalu berlebihan karena sesungguhnya aku masih bisa melihatmu yang berjarak tidak lebih dari 1kilometer dari tempatku berdiri.

Aku terus membayangkan rupamu. Mengingat suaramu. Memutar kembali semua momen yang kita buat. Itulah hobi baruku saat kau datang menggelitik hati kecilku. Harus ku akui, ini terlalu berlebihan. Tapi semua orang tahu, bahwa ini adalah tindakan yang wajar saat seseorang mencintai orang lain.

            Peluhmu menjadi saksi atas pengorbananmu selama ini. Matamu begitu tajam. Tekadmu selalu bulat dan rasa pantang mundurmu tak pernah surut.

Aku bangga padamu. Tentu saja.

Disinilah aku. Selalu merindukanmu. Merindukan kehadiranmu. Memanjatkan do’a untukmu. Selalu kuselip namamu di setiap do’aku agar kamu tahu aku melakukan yang terbaik untukmu meski tidak selalu berada di sampingmu.

            Ketahuilah. Aku menyayangimu, bukan karena aku kagum. Aku tak memiliki alasan lain untuk mencintaimu. Aku.. Aku hanya tak bisa berhenti mencintaimu.

Kau berbeda. Ya, sangat berbeda.

Sejak pertama mengenalmu, seakan sesuatu yang lain akan terjadi. Hingga kau mulai memudarkan cahaya gelap di hatiku. Saat itulah aku tahu, sesuatu yang lain itu terjadi. Sesuatu yang membuatku takut, bahagia, cemas. Semua bercampur jadi satu.

Jum’at. 08 Februari 2013. Disaat itulah kau harus membuktikan hasil jerih payahmu selama berada di lapangan dengan peluh yang terus bercucuran dan kulit yang mulai terbakar karena sinar matahari. Aku tahu kau bisa. Kau ‘Seorangku’ yang kuat!

Aku khawatir. Tentu saja. Khawatir dengan keadaanmu. Apakah tekadmu masih sama bulat dengan yang dulu? Apakah semangatmu masih terus berkobar di dalam ragamu? Apakah fisikmu masih perkasa layaknya kau setiap harinya? Apakah matamu masih memiliki sorot mata tajam?

Ingatlah. Kau harus melihat ke depan. Lihatlah apa yang akan kau songsong di depan sana. Lihatlah apa yang harus kau raih di depan matamu. Tapi.. Kau juga harus ingat. Lihatlah ke belakang. Aku selalu berada di belakangmu, setia menanti kehadiranmu. Setia mendekapmu hangat saat tujuanmu telah tercapai. Setia memberikanmu semangat.

            Ya, tulisan ini memang pendek. Aku hanya bisa mengungkapkan rasa ini lewat tulisan yang ku tulis dengan tulus. Aku terlalu lemah. Terlalu cengeng untuk mengungkapkannya secara langsung.

Gambar

Untukmu yang berada di tengah lapangan. Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu.

 

 

With love,

Neys

6 thoughts on “Untukmu Yang Tengah Berada Di Lapangan

  1. Hihihihi…,ungkapan hatimu so sweet banget…,gimana dia menang ga balap karungnya?pasti menang dong…,kan ada yang menyemangatinya…,#emanganya “dia” lagi balap karung ya?
    *Plak*

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s