Saat Tengah Malam

Sesuatu yang hingga kini tak pernah bisa ku artikan. Sesuatu yang tak pernah berhenti menyelimuti hatiku. Sesuatu yang kasat mata tapi lekat terasa. Bagai awan gelap, ia menutupi semua cahaya yang kupunya. Tak pernah menyisakannya sedikitpun. Tak bergetar pada orang lain, namun terasa padamu.

Rasa itu kunamakan ‘Rindu’. Apakah kamu pernah mendengarnya? Ataukah kamu juga pernah merasakan sama seperti yang kurasakan?

Berjam-jam bahkan berhari-hari, aku terus mencoba untuk menahan sesak didada akibat rindu. Sudah terlalu banyak. Sudah terlalu sesak untuk kubendung. Rasa rindu yang kian hari kian membesar, membuatku tak henti untuk memikirkanmu. Membuat separuh ruang otakku menyempit karena namamu. Membuat beberapa syarafku tidak bekerja dengan benar.

Perasaan ini terus-terusan menghantuiku. Tidakkah kau tahu bahwa ini terlalu menyesakkan dadaku? Terlalu menyiksa batinku dan membuatnya terus meronta? Apa pedulimu? Pernahkah kau berpikir untuk mengobatinya?

Aku tak pernah mengumbar perasaan ini. Tak pernah mengeluh karena sakitnya yang teramat sangat. Juga tak pernah marah karena rasa ini terlalu rewel. Justru aku senang. Senang karena masih bisa merasakan rindu padamu.

Mungkin aku terlalu kuat karena bisa menahan pedihnya rasa ini. Bagai belati nan tajam, dengan teganya ia menyayat-nyayati hatiku yang rentan. Membuat goresan-goresan kecil di atasnya dan kadang membuat sungai kecil di kelopak mataku.

Perih memang. Dan semakin perih saat menjelang tengah malam. Saat aku duduk sendiri disebuah ruangan kecil dengan memori tentang kita yang melayang-layang di atas kepalaku. Saat aku hanya bertemankan dua hal, kesunyian dan kesepian. Saat semua bunyi-bunyian dunia seakan terhisap oleh dinding waktu dan hanya air mata yang bisa menjelaskan.

Rintihan demi rintihan. Tangisan demi tangisan. Semuanya terjadi karenamu. Karena rindu yang terlalu dalam padamu. Karena hatiku yang tak bisa jauh darimu. Karena cinta yang sudah dipertemukan oleh sang Kuasa.

Kumohon.. Meski rasa ini perih, jangan minta aku untuk berhenti merindukanmu.

With love,

Neys

6 thoughts on “Saat Tengah Malam

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s