Wawancara dan Capek

“Ah, capek sekali!”.

Mungkin itulah kata yang sering keluar dari bibir saya akhir-akhir ini. Bagaimana tidak dengan tugas sekolah yang menumpuk dan melambai-lambai untuk di kerjakan?

Sungguh, saya teramat malas dan terlalu lelah untuk mengerjakan mereka. Belum lagi ada tugas tambahan dari Eskul saya untuk menulis hasil wawancara yang nantinya akan di publish di majalah sekolah.

Oh, ngomong-ngomong soal wawancara. Tugas besar saya dan kawan-kawan kali ini adalah Wawancara Industri. Bu Samsiah selaku guru mata pelajaran Bhs. Indonesia, memberikan kami tugas mandiri terstruktur berupa kegiatan wawancara yang sudah di tentukan temanya. Kebetulan, saya dan teman-teman mendapatkan tema Industri.

Tiga minggu sebelumnya, Bu Samsiah sudah membagi kami menjadi beberapa kelompok. Saya, Indriawan yang nama gaulnya.. Uhuk, Hendrik, Mayang, Ayunda yang biasa saya panggil Undha, Acha dan Sophie di pertemukan oleh Yang Kuasa dalam satu kelompok.

Awalnya sih kami ber-6 sempat bingung akan melakukan wawancara yang bertemakan industri ini dimana. Memang banyak tempat-tempat industri, tapi satu kendala.. “Ini pertama kalinya, bagaimana kalau orang yang di kenal saja?”. Kata Sophie kepada kami semua. Jadilah kami manggut-manggut seperti ayam. Mayang yang kemudian punya ide, mengusulkan untuk mewawancarai seorang pembuat tempe dan tahu yang bersarang(?) di dekat rumahnya. Selang beberapa menit, Hendrikpun turut mengeluarkan isi otaknya. Eh, bukan isinya, tapi idenya.

“Bagaimana kalau sama Papa Leo? Itu industri roti rumahan”. Kata Hendrik dengan semangat menggebu-gebu bagai gendang bertalu-talu. Kamipun manggut lagi. Jadi.. Ada dua pilihan. Saya menyarankan pada Mayang dan Hendrik untuk mengonfirmasinya lebih dulu sebelum kami semua turun lapangan.

Minggu berikutnya, saat pelajaran Bhs. Indonesia mulai, Bu Samsiah menyuruh kami untuk duduk berkelempok. Saya dan lima kawan sayapun bergerombol membuat lingkaran kecil. Ibu Guru meminta kami untuk mendiskusikan pertanyaan yang akan di pakai saat wawancara. Segera kami membuatnya. Muka kami seketika serius. Ada yang sampai tunduk-tunduk kepala saking kerasnya mikir, manyun-manyunin bibir karena bingung mau nanya apa, sampai saltopun ada! -_-

Jam pelajaran usai, di hadapan kami sudah ada secarik kertas dengan tulisan-tulisan yang tak jelas lagi bagaimana bentuknya. Itulah hasil pemikiran kami. 27 pertanyaan!

Memasuki minggu berikutnya, tepat tanggal 7 Maret kemarin, kamipun siap untuk turun lapangan. Kami membuat janji dengan Pak Agus (Papa Leo, kami manggil gitu karena anaknya namanya Leo-.-) tepat jam 4 sore. Tapi.. Kami malah ngaret 1 jam dengan berbagai macam alasan.

Undha yang motornya lagi di pinjem sama sang ayah dan belum balik sampai sejam kemudian. Acha yang helmnya juga menjadi korban pinjaman oleh sang adik. Merekapun ngaret!

Jam 5, kami semua sudah ngumpul di sekolah tepatnya di pohon cinta depan kelas XA tanpa Undha dan Acha. Teman akrab saya yang namanya Ayii dan Cumeng turut serta, nggak ada kerjaanpun menjadi alasan mengapa mereka ikutan nebeng di kelompok kami. Suasan menjadi semakin ramai.

Sayang beribu sayang, setelah semuanya ngumpul dan kami sudah sampai di tempat tujuan; Rumah Pak Agus, eh Pak Agusnya lagi nggak ada. Mungkin karena capek nungguin kami yang ngaretnya udah keterlaluan. Kamipun nanya ke Istri beliau dan mendapatkan jawaban.. “Jam 6 nanti pulang kok”. Seketika terdengar helaan nafas berat dari kami semua diikuti dengan suara gemuruh yang berasal dari dalam perut. Lapar ternyata. Mumpung tidak tahu harus kemana untuk menunggu, kamipun bermaksud untuk mengisi kekosongan di perut dulu. Di tempat makan, saya dan Ayii bahkan sempat bernarsis dulu sambil menunggu makanannya ._.

Tepat jam 6, kami kembali ke rumah Pak Agus dan mendapati sebuah mobil silver terpakir indah di halamannya. Sebelum mengetuk pintu, kami sempatkan untuk membuat opening untuk wawancara.

Setelah itu, kamipun masuk. Wawancara berjalan dengan lancar dengan saya sebagai pewawancaranya. Alhamdulillah. Setelah ngaret 1 jam lebih dan butuh banyak perjuangan serta emosi yang meluap, akhirnya tugas ini selesai juga  :)

7 thoughts on “Wawancara dan Capek

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s