Matamu. Sesuatu yang Kutakuti

Aku terlalu kuat untuk bersandar dengan orang sepertimu

Akupun terlalu tegar untuk menaruh harapan padamu

Tapi kamu tidak akan pernah mengerti arti dari kekuatan dan ketegaranku

Entahlah. Bahkan kamu tak peduli padaku

 

Lihatlah orang-orang di luar sana..

Mampukah mereka sepertiku?

Bisakah mereka sekokoh dan sesabar aku?

Atau.. Kamu tak mampu menjawabnya?

 

Matamu..

Semua yang ia rekam adalah salah

Semua yang ia lihat adalah kesalahan yang kubuat

Kesalahan yang bahkan tak kuketahui

Kesalahan yang akupun tidak pernah melakukannya

Pernahkah kamu merasakannya?

 

Kumohon.. Hargai aku sebagaimana aku menghargaimu

Aku adalah setitik embun kecil yang berjuang untuk tak menguap ke angkasa

Lihatlah mataku dan temukanlah jawaban yang kau cari

 

Ini puncaknya.

Puncak kesabaranku selama ini, selama aku memilikimu.

Maaf jika aku tak bisa menahan diriku sendiri

Harus kau tahu, bahwa kamulah yang memaksaku untuk menjadi seperti ini

 

Neys.

15 thoughts on “Matamu. Sesuatu yang Kutakuti

  1. sama dong, rugi kalau ngobrol nggak melihat mata lawan bicara ya, kadang cara ini juga ampuh buat mereka yg lagi diwawancarai buat kerja misalnya, jd terlihat penuh percaya diri😛

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s