Latte & Cappuccino

Ilayda Natasha & Naufal Prasetyo

Mungkin semua orang bertanya, mengapa aku sangat suka dengan kopi-kopian. Ya, setiap harinya selalu kusempatkan waktuku untuk membuat kopi apalagi latte dan cappuccino.

Sebelumnya, aku tak suka bahkan tak ingin minum kopi. Aku sama sekali tidak tahu menahu tentang kopi hingga suatu hari seseorang membuatku jatuh cinta pada kopi. Ya, seseorang yang berhasil membuatku seperti ini dan akhirnya meninggalkanku dalam keadaan yang buruk.

Ilayda Natasha. Begitulah orang-orang memanggilku selama 17 tahun. Aku adalah siswa SMU biasa yang tengah menuntut ilmu dan giat belajar untuk UN nanti. Sayang, saat aku sedang ingin fokus ke UN-ku, aku malah teringat akan sosok lelaki yang sangat aku cintai.. Dulu.

Aku memanggilnya Latte. Tapi.. Itu bukan nama aslinya. Namanya Naufal Prasetyo. Sangat beda jauh menurutku. Kenapa? Dilihat dari nama saja, tentu kami berdua sangat berbeda. Aku yang beragama Kristen dan Naufal yang sampai sekarang teguh memeluk agama Islam.

Memasuki tahun ke-2, Naufal tak pernah ada kabar. Aku bahkan tak tahu lagi ia dimana. Bukan PHP seperti yang teman-temanku sering katakan. Aku hanya merasa Naufal punya alasan mengapa ia memilih untuk pergi dan meninggalkanku.

Sebelum aku mengenalnya, aku hanyalah gadis biasa di mata orang-orang. Cupu, berkacamata, tak cantik dan tak pintar. Bahkan tak satupun siswa di sekolah yang bisa menghapalkan namaku. Apakah aku sebegitu buruknya?

“Sampai kapan kamu akan terus menunggu?”. Ya, pertanyaan seperti itu selalu kudengar dari bibir Mama maupun kawanku. Mereka sudah terlalu bosan melihatku menunggu Naufal sedangkan aku sendiri takkan pernah bosan menunggunya. Itulah cinta.. Mungkin.

Karenanya juga aku bisa menggunakan cinta di jalan yang benar. Dulu, ia selalu sabar mengajariku bagaimana caranya untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi. Selalu giat menasehatiku saat aku melakukan kesalahan. Selalu tersenyum dan mengelus kepalaku saat aku tengah butuh dorongan. Aku rindu semua itu.

Berkat apa yang ia lakukan padaku, aku bisa menjadi seperti sekarang ini. Aku dikenal banyak orang. Aku dilihat oleh semua orang. Mereka mengakui adanya aku disini. Karena Naufal dan cintanya. Karena Latte dan Cappucino yang tiap harinya selalu kuingat. Terima kasih, Latte. Terima kasih karena kamu berhasil membuatku menjadi ‘Seseorang’ di dunia dan menjadi dunia bagi seseorang.. Kamu.

6 thoughts on “Latte & Cappuccino

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s