Teenage Dream

Aku remaja. Senang bergaul. Senang melakukan hal-ha baru. Labil. Kadang tertawa kadang galau. Aneh. Tapi aku menikmati masa-masa remajaku saat ini. Sungguh masa ini tidak akan pernah terulang di kemudian hari..
Sebagai anak muda, tentu aku punya mimpi.
Mimpi yang akan kuwujudkan saat waktunya telah tiba. Dimana aku dapat berdiri dikaki sendiri tanpa papahan dari orang lain. Dimana aku bisa tersenyum puas dan menunjukkan bahwa masa remajaku tidak aku sia-siakan.
Aku punya banyak mimpi. Satu yang ingin kuwujudkan terlebih dahulu yaitu membahagiakan kedua orang tuaku. Aku ingin kelak mereka tersenyum bangga dan merengkuhku dalam peluk hangat mereka. Melihat mereka tentram di hari tuanya. Menikmati suasana damai bersama aku dan keluarga lainnya. Aku masih muda dan ku akui bahwa aku terlalu dini untuk merangkai kata-kata puitis seperti ini. Ya, tentu saja. Tidak selamanya usia menjadi hambatan bagiku. Ada kalanya aku menjadi dewasa dan memiliki pola pikir nan dinamis. Ada pula waktunya aku menjadi seperti anak kecil yang senang bermain kesana-kemari lantas tertawa dengan lepas. Di usaiku yang masih belia, tentu aku punya permasalahan. Tuhan pasti punya cara untuk mengujiku. Siapa bilang bahwa remaja hanya bisa hidup berfoya-foya? Memamerkan harta orang tua? Atau melakukan hal negatif. Sungguh aku dan masih banyak remaja lainnya bersih dari hal-hal itu. Kami bahkan memikirkan bagaimana nasib kami di kemudian hari. Nasib kedua orang tua kami. Nasib pekerjaan kami nanti dan tentu saja keluarga yang akan kami bangun nanti.
Pikiranku terhambat. Bukan karena ditutupi banyak angan dan mimpi. Tapi karena selalu memikirkan bagaimana aku akan meraih mimpi itu. Tidak semua orang dari kalangan remaja ini dapat berpikir rasional, sistematis ataupun dinamis. Tidak jarang remaja brutal memikirkan bagaimana mereka merubah diri mereka. Mereka sadar akan perilaku mereka hanya saja otak mereka memerintah lain. Dan saat itulah terjadi perkelahian antara batin dan diri mereka. Entahlah. Aku tidak tahu siapa yang akan memenangkan pergulatan semu itu.

Oh, satu yang harus diketahui orang-orang dewasa diluar sana.

Kami, para remaja, bukanlah anak kecil yang hanya tahu caranya bermain dan berjingkrak-jingkrak di panggung sementara ini. Kami hanya butuh proses menjadi layaknya orang dewasa. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Ya, mungkin akan cukup lama bagi sebagian orang. Dan selama itu pula banyak hal yang kami lalui dalam mendewasakan diri. Think again. Remaja punya mimpi besar yang tak diketahui oleh siapapun. Kecuali dirinya sendiri.

8 thoughts on “Teenage Dream

  1. Kami, para remaja, bukanlah anak kecil yang hanya tahu caranya bermain dan berjingkrak-jingkrak di panggung sementara ini. Kami hanya butuh proses menjadi layaknya orang dewasa <– suka ini.

    Remaja dan orang tua seringkali selisih paham karena ketidaksamaan pandangan akan suatu hal. baca ini mengingatkan bahwa, remaja itu juga punya pemikiran sendiri.

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s