Mencintaimu Dalam Diam

Aku tahu kamu disana. Bukan tanpa alasan, tapi jelas inilah yang kurasakan.
Aku tahu kamu tidak mudah untuk berpaling. Akupun. Bukan sesuatu yang mudah untuk saling melupakan. Semua orang tahu itu. Aku merindukanmu. Merindukan kita. Kita yang dulu. Aku rindu saat jemari kita bertaut satu sama lain. Aku rindu saat mata kita saling menatap untuk waktu yang lama. Aku rindu kamu. Semua tentangmu.
Mencintaimu dalam diam..
Aku bisa melihatmu. Melihat tingkah lakumu yang masih saja lucu.
Aku bisa mendengarmu. Mendengar suara manis yang keluar dari bibirmu.
Aku bisa merasakanmu. Merasakan tiap kehadiranmu disekelilingku.
Tapi mengapa aku tak bisa merengkuhmu? Tak bisa memelukmu seperti dulu? Tidakkah kamu tahu bahwa itulah yang aku butuhkan?
Dadaku sudah terlalu sesak. Pikiranku telah lelah. Batinku sudah cukup tersiksa. Puing-puing kenangan selalu menghantuiku. Memaksaku untuk mengingat tiap potongannya. Setiap kali aku bertanya mengapa rasa ini tak bisa kuhentikan, semakin pula aku tak bisa lari darinya. Mengapa? Apa hanya aku yang merasakannya? Apakah hanya aku yang tersiksa?
Aku ingin..
Aku ingin kamu kembali. Kembali padaku. Kembali menjadi “Kita”.
Aku siap merengkuhmu saat kamu terpuruk. Aku siap berada disampingmu saat kamu membutuhkanku. Aku siap mendengar setiap keluhanmu saat kamu lelah meniti kehidupan ini. Aku selalu siap kapanpun itu. Demi kamu.
Entahlah. Mungkin aku terlalu bodoh. Aku terlalu banyak berharap. Aku lelah memandangmu dari kejauhan. Aku penat dengan semua rasa yang silih berganti datang merayuku. Aku letih dengan perasaanku yang tak pernah mati untukmu. Sungguh.. Aku sangat berharap kamu tahu ini. Kamu tahu aku. Kamu tahu hatiku.
Sudah cukup. Berhentilah masuk ke dalam mimpi-mimpiku. Tolong.. Berhentilah hadir dalam setiap asaku. Cukuplah kamu menjadi kenangan cinta masa lalu. Jangan buat aku terjerat dalam pesonamu untuk waktu yang lama. Kamu adalah mimpi indahku dan selamanya akan terus seperti itu.
Aku tahu.. Seseorang telah menungguku di ujung jembatan cintaku. Menunggu untuk kugapai jemarinya. Menunggu untuk kujadikan sandaran hati. Bukan kamu, tapi dia.
Mencintaimu dalam diam.. Aku terlalu lelah.

Sincerely,

Your precious

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s