Our Difference

“Terima kasih karena sudah membiarkanku mencicipi asam manisnya cinta didalam perbedaan”.

Banyak yang bilang, kalau berbeda itu indah.

Ya, aku pernah menyetujui pernyataan ini sekali setelah aku bertemu denganmu. Awalnya, aku tidak akan pernah menyangka bahwa perbedaan dapat menyatukan kita berdua. Menyatukan hati kita.

Kita tumbuh bersama perbedaan itu. Tertawa, menangis, suka, senang. Semuanya kita lalui bersama seiring perbedaan itu semakin terlihat.

Kenapa?

Aku sangat menyayangimu. Aku selalu memperhatikanmu. Aku selalu ingin tahu kabarmu. Dimana kamu, sedang apa dan bersama siapa. Aku selalu ingin tahu.

Ya.. Aku akui bahwa aku sedikit egois. Aku selalu ingin kamu perhatikan. Ingin kamu sayangi. Aku ingin kamu selalu berada di sampingku. Ketika aku senang maupun rapuh.

Tak pernah sedikitpun terlintas di benakku bahwa perbedaan di antara kita bisa membuat semua yang telah kita bangun sekian lama, menjadi roboh hanya dalam hitungan detik. Apa kamu bagaimana marahnya aku? Apa kamu pernah berpikir bagaimana terpukulnya aku?

Kamu tahu..

Ibarat benda, perbedaan kita adalah tembok besar yang berdiri di tengah-tengah kita. Sangat kokoh dan tinggi. Tak ada seorangpun yang dapat memanjatnya. Sekali memanjat, sesudah itu jatuh.

Selama ini kita tak saling melihat karena tembok yang menghalangi. Aku hanya bisa mendengar suaramu.

“Kamu bisa memanjat tembok ini!”. Katamu.

“Kamu pasti bisa! Kita pasti bisa!”. Kataku.

Kita selalu menyemangati satu sama lain untuk tidak menyerah dan menaklukan tembok besar nan kokoh itu meski kita sendiri tahu bahwa hal itu mustahil untuk kita lakukan.

Begitu pula dengan hubungan kita.

Jika saja dari awal kita tak saling berkomitmen, maka hal ini mungkin tidak akan pernah terjadi. Kita berdua tahu bahwa cinta kita takkan pernah bisa bersatu. Ada sesuatu yang besar hendak menentang kita. Namun dengan bodohnya tak kita hiraukan lantas terus memadu kasih.

Hasilnya?

Ingin rasanya ku kubur dalam-dalam perasaanku padamu. Menenggelamkannya di tengah laut lantas bernafas dengan lega. Tidakkah kamu tahu bahwa dadaku sudah cukup sesak akibat kamu?

Sungguh.. Aku tak pernah bermaksud untuk melukaimu. Tak pernah sekalipun kubayangkan hal ini akan terjadi.

Sekarang aku sadar. Perbedaan itu indah. Karenannya kita bisa saling menghargai satu sama lain dan saling peduli. Saling melengkapi dan saling mengingatkan. Terasa sangat indah ketika perbedaan itu menjelma menjadi kasih sayang dan terasa sangat mencekik ketika perbedaan tersebut menjadi rintangan besar di antara kita.

Karenamu, aku menjadi seorang yang lebih kuat dengan hati yang tegar. Aku lebih mengerti hal-hal yang tidak aku pahami sebelumnya. Karenamu juga aku bahkan mengerti untuk menghargai apa yang kupunya.

Untukmu yang entah berada dimana.. Aku mencintaimu dengan semua perbedaan yang telah kita lalui.

 

Sincerely,

 

Your Silly Heart

 

Ps: This note is dedicated for my friend. It was a reality and already happen today. For you who had a difference in your relationship, just be calm and face it because you know you will always try it until you got the limit.

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s