Aku dan Kenanganmu

“Hai, perkenalkan. Aku adalah sebagian kisah indah masa lalumu yang mungkin saja sudah kau lupakan”.

Aku lupa kapan terakhir kali kita bertegur sapa. Akupun lupa sudah berapa lama kau tak pernah terlihat. Tapi aku tak pernah lupa saat dimana kau selalu berada disampingku. Menatapku dalam diam dan sesekali tertawa kecil. Aku merindukan masa itu.

Ya.. Suara paraumu selalu berhasil menjadi obat rinduku. Sinar matamu yang tenang tatkala ampuh membuatku termangu dan perlakuan lembutmu yang sampai sekarang ingin kurasakan lagi. Sungguh, aku masih mengingat semua tentangmu. Semua tentang kita. Cerita kita. Aku masih senang bernostalgia, melakukan perbicangan ringan bersama hati kecilku. Kami bercerita tentang apa yang sudah kita lakukan dulu, kemana saja kita pergi, apa yang kita sukai dan bahkan aku bercerita tentang rencana masa depan kita.

Aku ingin seperti dulu. Aku bisa dengan bebas menikmati tiap kata yang keluar dari bibirmu, melihatmu tertawa lepas, merasakan setiap kelembutan dari genggaman tanganmu, dan bahkan aku ingin mendengar suaramu yang memanggil mesra namaku.

Tidakkah kau ingat apa yang sudah kita lalui bersama?

Mungkin kau akan bilang bahwa hubungan kita sebatas masa lalu. Patut untuk kau lupakan tanpa mengetahui perasaanku. Apalah arti kenangan untuk orang sepertimu. Aku tahu bahwa kau lelaki yang kuat. Tapi aku cukup tahu, hati kecilmu begitu lemah. Ibarat benda, hatimu adalah batu apung. Jika dilihat sekilas maka nampak begitu kuat, namun saat ditenggelamkan maka akan mengapung. Ya, hatimu sama seperti itu. Kau lemah. Kau hanya sok tegar, sok kuat dan sok melupakan kenangan kita.

Kenapa aku berbicara soal kenangan? Apa itu membuatmu risih?

Hey.. Tidakkah kau tahu bahwa kenanganlah yang membuatku kuat? Kau takkan pernah menyangka bahwa kenangan kita yang selama ini kau abaikan dapat membuatku menjadi gadis kuat. Aku selalu belajar dari kesalahan agar aku tak mengulanginya di kemudian hari. Kenangan kita, masa lalu kita. Aku sangat berterima kasih.

Bukan aku membencimu. Tidak. Tak pernah terbesit sedikitpun niatku untuk melupakanmu, apalagi membencimu. Bagaimana mungkin aku dapat membencimu yang pernah menjadi tawa dan tangisku? Aku masih cukup waras untuk melakukan hal itu.

Aku hanya sedikit kesal. Ya, sedikit. Aku kesal dengan tingkah lakumu padaku. Kenapa? Apakah berakhirnya hubungan cinta kita juga mengakhiri pertemanan kita? Kau membuatku bingung. Jika boleh aku berkata jujur, aku masih ingin kau tersenyum padaku, menyapaku saat kau melihatku, atau sekedar melirikku saat aku tengah berada di sekitaranmu. Apa itu sulit untukmu? Apa hal itu sukar untuk kau lakukan? Jika semua orang dapat kau senyumi, apa aku satu-satunya orang yang tak bisa kau perlakukan dengan sama?

Aku hanya butuh.. Kau kembali menjadi dirimu yang dulu.

 

 

Untukmu, lelaki yang pernah berlayar

di masa laluku lantas meninggalkanku sendiri

di pelabuhan hatimu.

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s