Catatan 6 Mei

“Aku adalah orang asing yang setia menunggu kepulanganmu meski aku tahu aku bukanlah tujuan akhirmu”

 

Jam dinding mungkin saja bisu. Tapi ia adalah salah satu bukti konkrit betapa aku selalu menantimu. Aku selalu menatap jam itu tanpa berkedip. Menunggu kamu. Aku tahu pasti bahwa itu mustahil, tapi dengan bodohnya aku terus menunggumu. Menunggumu yang selalu mengabaikanku. Apa perasaanmu sudah mati untukku? Ah.. Tolong jangan jawab pertanyaanku. Aku sudah tahu jawabanmu.

Jarum panjang jam itu sudah berpindah posisi dan aku masih kukuh menatapnya. Aku terbayang hasil dari penantian panjangku. Akan berujung apa rindu sepihak ini? Bagaimana akhir dari cinta satu arah ini? Aku tidak takut. Aku hanya penasaran. Aku ingin tahu sampai mana kamu berani menyia-nyiakan aku. Sampai kapan kamu akan tersadar dari mimpi indahmu bersamanya? Tidakkah aku pernah masuk dan mengganggu mimpimu?

Gelisah. Aku sudah mulai gusar karena jam ini begitu cepat berdentang. Tak terasa sudah 15 menit aku termangu didepannya. Andai ia bisa bicara, sudah sejak lama ia bertanya “Mengapa kamu menunggu seseorang yang belum pasti kembali untukmu? Bukankah masih banyak lelaki diluar sana?”. Aku takkan pernah mau menjawabnya. Karena aku tahu, ketika aku menjawab pertanyaan itu, maka disitulah titik jenuhku untuk menunggu. Tapi sekarang, aku masih menikmati rasa ini. Aku masih ingin merindukanmu dari hari ke hari. Melihatmu dari kejauhan tiap waktu. Mendengar namamu disebut tepat ditempatku berdiri.

Bukan PHP seperti yang dikatakan orang. Aku percaya bahwa kamu butuh waktu untuk kembali padaku. Benar, kan?

Mungkin aku yang terlalu sabar menunggumu atau kamu yang terlalu lama bersamanya. Kamu seakan menyukai masa-masamu bersamanya lantas melupakan aku begitu saja. Aku tahu jelas apa posisiku sekarang, bagaimana aku dimatamu dan betapa gilanya aku karena masih mengharapkanmu.

Alunan detik demi detik jam seakan berpacu dengan detak jantungku. Ya.. Detaknya kini menjadi normal kembali. Aku masih ingat saat jantungku memompa begitu cepat disusul dengan dentum-dentum hebat saat melihatmu. Tapi kini, aku bahkan lupa bagaimana rasanya. Mereka terlalu lama tak bekerja karenamu.

Aku kembali menatap jam dinding itu. Semakin kutatap, semakin aku masuk ke dalamnya. Kedalam masa-masa indah kita. Aku sangat senang bernostalgia. Mungkin orang akan menganggapku aneh, tapi hey.. Aku sama sekali tidak peduli. Aku tak mau tahu tentang perkataan orang lain tentangku yang hampir gila karenamu. Tertekan? Tidak. Aku bahkan menyukai setiap memori kita yang timbul tenggelam di ingatanku.

Kamu tahu.. Aku tak punya niat sedikitpun untuk melupakan mereka. Tak pernah terlintas di benakku untuk meninggalkan mereka sendiri. Jika bukan aku yang mengingatnya, lantas siapa lagi? Kamu? Haha. Kamu bahkan sudah cukup sibuk membuat memori baru bersama kekasih barumu. Aku tahu itu. Aku sudah cukup kuat untuk melihatmu melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan bersamanya. Aku sangat kuat.

Aku berkedip. Jarum panjang dan jarum pendek jam itu menyatu tepat di angka 12. Andai aku dapat menghentikan waktu, aku akan terus membuatnya seperti ini. Aku sangat suka ketika mereka menyatu. Ini semakin mengingatkanku tentangmu. Kamu laksana jarum panjangku yang selalu berputar dan mengitari hidupku dan aku adalah jarum pendekmu yang selalu setia menunggumu di satu tempat hingga kita menyatu. Aku tahu itu semua akan terjadi. Biarlah waktu dari jam ini yang akan menjawabnya.

Perang batin kembali terjadi saat jarum-jarum jam itu kembali bergeser. Aku terbangun dari lamunanku. Kini aku tahu, suatu saat kamu akan kembali padaku. Tapi dalam sekejap, kamu akan pergi lagi dan meninggalkanku dengan bayang semumu.

 

Dari gadis cengeng yang sangat senang

menghabiskan waktunya untuk

berendam di masa lalu.

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s