Satu Senyuman Itu

“Apakah kamu satu-satunya lelaki yang dapat merubahku menjadi seseorang?”

Aku sudah mulai terbiasa hidup tanpamu. Aku sudah menjadi gadis mandiri. Aku tahu bahwa kau dapat mendewasakan pikiranku, mengubah prinsip hidupku dan membuatku lebih kuat. Ya, hubungan kita yang boleh dikatakan sudah punah telah mengajarkanku banyak hal.

Setahun silam, aku hanyalah gadis manja yang tak bisa berdiri sendiri. Tak bisa berpetualang dengan kakiku. Aku terus mencari seseorang untuk menopang bebanku. Aku merasa begitu tidak berguna. Aku hidup hanya untuk bersenang-senang tanpa tahu bahwa semuanya butuh usaha dan pengorbanan. Yang kulakukan adalah tertawa lepas tanpa melirik kesulitan orang lain. Semuanya tidak berguna.

Aku sangat mengerti diriku. Aku keras kepala dan berpendirian teguh. Tak banyak orang yang bisa mengubah alur cerita hidupku. Mereka tak bisa mengubah pendirianku. Tak bisa meluruskan cara pandangku. Dari aspek manapun, mereka tak bisa melakukannya. Akupun bingung, apa yang salah denganku selama ini?

Tak kusangka, jawaban dari pertanyaan itu kudapati darimu. Kau.. Orang asing yang tak kukenali. Sekilas terlihat kemudian menghilang, Menjelma menjadi bayang ketika masuk ke kerumunan orang. Kau.. Yang bahkan sampai saat ini masih tidak bisa kumengerti.

Aku tak tahu apa yang kau lakukan terhadapku. Apa yang kamu berikan padaku sehingga aku bisa seperti ini. Aku belajar darimu, dari ucapanmu, dari tingkah lakumu. Semuanya tentangmu. Kau membuka mataku dengan begitu cepat. Seiring waktu berjalan, tak kusadari aku sudah terjerat pesonamu untuk waktu yang lama.

Dalam waktu setahun, kau mengubah seekor tupai pemalas menjadi elang yang tanggap. Kau melatihku untuk melakukan sesuatu yang kubisa dengan caraku sendiri, menjelajahi kehidupan dengan cara pandangku sendiri bahkan menentukan pilihan dengan hatiku sendiri. Entahlah.. Apa yang kau lakukan padaku?

Oh.. Mungkin ini sudah terlambat. Kau sudah tak tergapai. Kau kembali menjadi orang asing bagiku. Kau tak pernah terlihat di mataku. Andai aku bisa mengulang waktu, aku sangat ingin berterima kasih. Aku ingin memberimu hadiah kecil atas jerih payahmu. Aku juga ingin memberitahumu mengapa kau bisa menjadi sosok istimewa untukku.

Senyumanmu. Satu senyuman yang kau sunggingkan dibibirmu. Senyum kecil dengan mata sedikit sayu telah mengalahkan egoku. Aku baru sadar bahwa hal kecil dapat membuat perubahan besar. Satu senyuman manismu, dapat mengubah jalan hidupku.

Dan.. Apakah aku begitu terlambat untukmu?

Apa sudah terlambat untukku berterima kasih padamu? Apa kau sudah tak bisa menerima hadiah kecilku? Dan apakah kamu sudah tak bisa mengajariku?

Aku berjanji untuk tidak menorehkan tinta kesalahan ke dalam hidupku lagi.. Demimu.

 

Dari seseorang yang telah kau bangkitkan

hidupnya yang layu..

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s