Ada Kata Iya Untukmu

“Semua orang berkata tidak padamu, tapi akan selalu ada kata iya dariku untukmu”.

Mereka memicingkan mata padamu. Mereka mencibirmu. Mereka menertawakanmu. Mereka mengkritik hidupmu. Apa kamu pikir itu bukan masalah bagiku? Selama ini kamu selalu diam. Seakan semuanya baik-baik saja dan kamu juga tak mengapa. Sorot matamu bahkan tidak pernah berubah.

Bukan aku sok ikut campur dalam urusan pribadimu. Aku hanya tak tega melihatmu di pandang sebelah mata, bahkan tanpa mata. Mengapa orang-orang hanya menilaimu dari segi negatif? Apakah mereka terlalu buta untuk melihat kelebihanmu? Ataukah mereka terlalu malas melihat sisi baikmu? Apa itu semua sukar dilakukan?

Mereka bilang kamu terlalu pendiam. Kamu aneh. Kamu suka sendirian dan kamu antisosial. Saat mereka tertawa, kamu hanya diam di pojok ruangan dengan kesibukanmu sendiri. Ya, tentu aku mengerti keadaanmu.

Di mataku, kamu terlihat sempurna. Kamu berbicara layaknya kamu biasanya. Kamu berinteraksi padaku layaknya orang biasa. Kamu bahkan berbagi cerita kehidupanmu yang menurutku sangat luar biasa. Tak sedikitpun kulihat apa yang mereka katakan tentangmu. tak ada. Sedikitpun.

Kamu tahu, aku tak peduli dan tak akan pernah mau peduli tentang cemoohan mereka tentangmu. Terlalu banyak waktu berharga yang bisa kita habiskan bersama. Membuat momen-momen indah ketimbang mengurusi bibir-bibir mereka yang berkicau bak burung pipit kehilangan telurnya.

Ketika semua orang berkata tidak dengan kamu yang dingin, aku selalu berkata iya padamu. Aku selalu setia menemanimu. Menunggumu ketika kamu sedang sibuk dengan urusanmu hingga terkantuk-kantuk sendirian. Akupun selalu menyemangatimu dan bersedia hadir saat kamu butuh dorongan. Akulah yang selalu berkata iya untuk setiap permintaanmu, bukan mereka.

Aku tak pernah menyangka bahwa kamu dapat berubah sedemikian pesat. Aku hanya meninggalkanmu untuk sekejap dan kamu berubah menjadi orang yang tidak aku kenal. Tidak dengan semua hal-hal yang sering mereka katakan, itu semua sirna. Tak kasat mata. Tak terlihat. Tak teridentifikasi.

Di hari yang sama saat aku sadar bahwa kamu bukanlah kamu lagi, aku tahu bahwa inilah yang kamu butuhkan. Kamu butuh mereka yang sudah menusukmu dibelakang. Kamu butuh mereka yang sudah mencampuri urusan pribadimu. Kamu butuh mereka yang tega mencibirmu. Kamu berteman dengan mereka.

Apa pernah kamu berpikir bahwa aku tak suka perubahanmu?

Ya, mungkin di matamu ini semua klise. Mungkin kamu berpikir bahwa inilah yang aku inginkan selama ini. Bahwa aku ingin kamu menjadi seperti mereka. Tertawa lepas dan melepaskan semua urusanmu. Tak mau tahu tentang duniamu sendiri. Apa kamu bodoh? Atau kamu kurang peka?

Perlahan tapi aku yakin untuk melepaskanmu.

Aku membiarkanmu berbaur dengan mereka. Dengan bibir-bibir sampah mereka. Dengan semua cibiran mereka. Kamu ikut mencibir bersama mereka. Kamu turut tertawa bersama mereka, menertawakan orang-orang yang memiliki sifat sepertimu dulu.

Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa kadang perubahaan tak harus se-ekstrim ini?

Kemana kamu yang dulu? Kemana kamu yang suka duduk tenang dengan pikiran tentrammu? Kemana kamu yang suka melelakukan hal-hal baru? Kemana kamu yang selalu berpikir rasional? Apa kamu sudah seutuhnya berubah?

Ah. Tak perlu. Aku tak perlu jawabanmu. Aku masih seperti dulu. Aku masih tidak peduli tentang omongan mereka.

Satu hal yang juga tak berubah sejak aku membuat komitmen denganmu. Aku selalu berada disini saat mereka kembali mengatakan tidak untukmu. Aku selalu berada disini ketika kamu butuh semangat dariku dan aku selalu disini untuk mengatakan “Iya, kamu dapat kembali padaku”.

 

 

Salam manis,

 

Gadis dengan jawaban iya untukmu.

One thought on “Ada Kata Iya Untukmu

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s