Menatapmu Dari Jauh

“Aku suka ketika kamu diam-diam menatapku dari jauh”.

 

Apakah mencintai lelaki orang lain adalah hal yang tabuh? Apakah itu dosa atau semacamnya? Jika memang iya, apakah aku berdosa karena telah mencintaimu yang berstatus sebagai pacar gadis lain? Can someone tell me?

Ya.. Aku mungkin sedikit tidak tahu diri untuk mengatakan bahwa aku masih mencintaimu walaupun hubungan kita sudah berakhir. Aku hanya tidak bisa berhenti melupakanmu dan semua kenangan yang sengaja kita buat bersama. Aku hanya tidak bisa dan tidak akan pernah bisa. Hipnotis sekalipun takkan mampu membuatku lupa tentangmu. Tentang cinta kita yang sudah punah.

Sejak kita memilih untuk berpisah, aku bertekad untuk menjadi seseorang yang berguna. Aku mencari letak kesalahanku, letak kesalahan hubungan kita. Dan ada satu hal yang masih aku lakukan sejak kita mulai berjalan di atas kaki sendiri yaitu mengamatimu dari kejauhan.

Mungkin kamu tak sadar bahwa selama ini ada seseorang yang diam-diam memerhatikanmu. Memerhatikan gerak-gerikmu. Ia selalu menatapmu dalam heningnya suasana. Hanyut sendirian dalam pesonamu yang tak pernah surut. Kian hari kian merindu. Ya.. Orang itu adalah aku.

Aku sangat senang menatapmu dalam diam. Terjerat pesonamu dalam waktu yang lama. Kadang akupun tertawa-tawa sendiri.  Kamu yang dengan tenangnya telah berhasil memusatkan perhatianku, lagi.

Tak jarang kamu mendapatiku saat aku tengah melihatmu. Tak jarang pula aku mendapatimu saat hendak mencur pandang padaku. Dan saat itulah mata kita bertemu untuk waktu yang singkat. Andai aku dapat menghentikan waktu, maka aku akan menatapmu dalam waktu yang lama. Menyentuh pelan wajahmu layaknya dulu. Mencubit gemas pipimu seperti yang senang aku lakukan dulu.

Oh.. Sekarang aku tahu mengapa aku tak bisa dan tak mau melupakamu. Kita masih sering bertemu. Mata kita masih sering bertaut. Mereka adalah alasan terkuat mengapa aku masih mencintaimu hingga detik ini. Jantungku masih berdegup kencang untukmu.

Aku sudah mencoba untuk membuat mataku tak mencari-carimu. Aku sudah berusaha untuk membuat jantungku berdetak demi orang lain dan semuanya gagal dengan sukses. Meski aku menjalin hubungan dengan orang lain, tapi otakku tak henti memikirkanmu. Hatiku tak henti gelisah karenamu. Sekarang jelaskan padaku, apakah aku bersalah?

Betapa banyak waktu yang aku buang hanya untuk memperhatikanmu. Betapa banyak energi yang ku sia-siakan hanya untuk berlari mengejar bayangmu. Tapi entah mengapa aku tak merasa lelah sedikitpun. Tidak sama sekali. Aku bahkan makin gencar mencari sosokmu ditengah kerumunan orang banyak. Aku masih kuat untuk terus menyongsong mimpiku bersamamu.

Kamu pergi menyisakan banyak cerita. Kamu menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab di otakku. Kapan kamu akan membantuku mencari jawabannya? Kapan kamu akan membuat cerita-cerita baru bersamaku? Aku sudah bosan bernostalgia dengan kisah-kisah lama kita. Tapi selama mataku haus untuk melihatmu, maka aku akan terus mencari kamu. Aku janji.

 

Dari kekasih lamamu yang masih

menikmati keindahanmu dari jauh..

 

6 thoughts on “Menatapmu Dari Jauh

  1. setiap orang bilang tidak ingin dan benci menderita, tetapi nyatanya ada yang sengaja menyiksa batin sendiri dengan merasakan dan mencari di mana gerangan sang pencipta derita. Setelah ketemu lalu dibiarkan hatinya hanyut dan diiris-iris oleh derita yang diciptakan sendiri lalu berkata tabukah aku mencintaimu ? Itulah tulisan anda. Sebagai karya tulis tidak mengecewakan . Tetapi kalau itu terjadi beneran….? Saya ucapkan selamat menderita ! he he he he
    Salam dari saya oldman Bintang Rina.

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s