Kau Mimpi Indahku

“Mengapa kamu terus-terusan mengusik mimpiku sedang kamu bergelayut mesra dalam pelukan orang lain?”

 

Untuk kesekian kalinya aku tersadar dari jeratan bayang indahmu yang sudah merengkuhku diam-diam dari kejauhan. Aku sadar bahwa aku sudah jatuh sangat dalam ke mimpi indah kita.. Dulu. Terasa sangat mengganggu ketika seseorang mencoba untuk membangunkanku. Sangat sakit ketika aku tahu bahwa orang itu bukanlah kamu.

Meski aku sudah berusaha untuk membuat mimpi indah yang baru bersama orang lain, kamu tetap saja masuk ke dalam mimpiku. Seolah-olah kamulah pemilik mimpi indahku. Kamu tak mengizinkan seorangpun memasuki mimpi itu. Kamu menghalangi mereka. Kamu datang setiap malam hanya untuk mengusir siapapun yang aku impikan.

Ketika aku terbangun, aku selalu bertanya “Kenapa kamu melarangku memimpikan lelaki lain lantas kamu menggengam jemari wanita lain?”.

Aku merasa kamu egois. Kamu hanya ingin menang sendiri. Mengapa kamu selalu menghantuiku di dalam mimpi? Membuat aku terjaga setiap malamnya dengan wajahmu yang lalu-lalang di kepalaku. Apa kamu tak merasa lelah untuk bertandang ke mimpiku setiap malam? Lantas siapa yang akan menemani mimpi indah kekasihmu?

Kamu curang. Aku bahkan tak pernah tahu apa yang kamu mimpikan setiap malam. Apa aku hadir dalam mimpimu atau tidak. Apa aku orang yang kau pikirkan sebelum tidur atau tidak. Sedangkan aku selalu melakukan hal-hal konyol itu.

Malam ini aku kembali terjaga. Aku menatap langit-langit kamarku. Suasana yang sunyi terbalut anggun dengan nyanyian hewan malam serta gemerlap bintang di sudut jendela. Lagi-lagi kamu menyumbat ingatanku. Apa, sih, maumu?

Kamu selalu datang setiap mataku ingin mengatup. Menahannya untuk saling bertemu kemudian menari-nari di dalam ingatanku. Kamu mengganggu malamku. Tapi harus ku akui, aku menyukainya. Ya, aku suka saat tahu kamu masih berada di dalam mimpiku. Aku juga suka saat mendapati bekas bulir air mata di pipiku saat terbangun. Miris memang, tapi aku menyukainya.

Dinding ruangan ini menjadi saksi bisu kegelisahanku di setiap tidurku. Andai mereka dapat berbicara, hal pertama yang mereka katakan adalah “Sudahi pertempuran batinmu malam ini dan cobalah tidur. Dia akan memasuki mimpimu seperti malam sebelumnya”. Dan aku tahu bahwa itu benar. Aku akan mencoba tidur dan menunggumu di dalam mimpiku.

Apakah kamu sudah siap memasuki mimpiku malam ini? Aku menunggumu.

 

Di tulis dalam keadaan bermimpi..

3 thoughts on “Kau Mimpi Indahku

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s