Berhentilah

“Berhenti berpura-pura bahwa kamu kuat. Aku tahu kamu lemah terhadapku”.

 

Mungkin aku dan kamu terlalu sering memakai topeng. Terlalu sering memalsukan senyum dan tawa. Terlalu sering membohongi orang bahwa kita kuat, kita tegar dan kita tidak akan kembali bersama. Ya.. Aku menyadari itu. Aku tahu.

Bukan kode seperti yang kebanyakan orang bilang, tapi kamu sangat nampak.

Bukan peka seperti yang mereka katakan, tapi aku memang tahu.

Kita sama. Kita terlihat bahagia. Kita menghabiskan waktu dengan banyak orang. Melakukan kegiatan yang biasanya kita lakukan bersama orang lain. Dan kamu tak bisa membohongiku yang tahu bagaimana isi hatimu sebenarnya.

Ya.. Ia meronta. Ia meronta siang malam menyebut namaku. Begitu pula milikku. Terjerat masa lalu kelam lantas terus meneriakkan namamu. Ia ingin terisi kembali. Bukankah milikmu juga sama?

Jangan sok kuat. Berhentilah menjadi orang lain. Bukalah topengmu. Nampakkanlah rasa kehilanganmu. Jangan tutupi kegelisahanmu. Apa aku tidak berhak menyembuhkan lukamu?

Selama ini mereka bilang bahwa kita sudah bahagia di jalan masing-masing bersama dengan pilihan kita untuk berpisah. Tapi mereka tak tahu. Mereka tak tahu bahwa kamu dan aku punya tujuan akhir yang sama. Kamu adalah tujuan akhirku. Aku adalah tujuan akhirmu.

Mereka tidak tahu bahwa kamu masih merindukanku. Bahwa aku masih merindukanmu. Bahwa kita masih terjerat dalam masalah yang sama. Masih terjerat dalam mimpi yang sama. Mereka bahkan tidak tahu itu.

Aku tidak bermaksud menyinggungmu lewat tulisan abstrakku ini. Tapi aku tahu kamu. Sangat tahu. Kamu adalah orang yang paling aku mengerti. Kamu adalah lelaki terumit yang pernah kukenal dan itu menjadikanmu istimewa di hatiku. Kamu masih melirikku setiap aku berada di sekitaranmu. Kamu masih merindukanku lewat caramu mencari tahu kabarku. Kamu masih ingin melihatku. Kamu melakukannya tiap hari. Berpura-pura tak peduli dan melakukannya berulang-ulang hingga rasa pedih menghampirimu.

Kapan kamu akan berkata jujur?

Tolong.. Berhentilah sok tegar. Aku selalu punya waktu saat kamu ingin mengatakan bahwa kamu lelah melihatku dari jauh. Aku selalu punya ruang untukmu saat kamu ingin kembali. Aku selalu punya pelukan hangat saat kamu ingin menyeruakkan rasa di hatimu. Aku selalu kamu. Dan kamu selalu aku.

Jadi.. Siapkah kamu untuk kurengkuh lagi?

 

Untuk lelaki tegap dengan

rasa rindu di hatinya..

5 thoughts on “Berhentilah

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s