Aku Tanpamu

“Aku tanpamu, bagai pesawat tanpa sayap. Hilang keseimbangan lantas hancur berkeping-keping”.

 

Aku pantas untuk bahagia. Ya.. Aku selalu mengucapkan kata-kata bualan itu. Aku selalu berusaha agar terlihat bahagia. Di matamu dan di mata orang lain. Aku selalu ingin terlihat kuat. Aku ingin nampak tegar agar mereka tidak mencemoohku.

Hari-hariku lambat laun menjadi kian  suram. Apa lagi tanpa kehadiranmu. Setengah tahun terakhir ku isi dengan senyum palsu yang kadang sirna di balik keramaian, wajah bertopeng girang yang kadang berubah sendu ketika orang lain tak melirik. Hidupku penuh kepalsuan tanpamu.

Aku bisa saja memintamu kembali padaku. Aku bisa saja berlutut untukmu. Tapi aku masih tahu diri. Aku masih nyaman dengan cinta sepihakku. Aku tak peduli apa kata orang. Mereka bisa saja mencibirku, tapi kutekankan bahwa mereka hanya kenal namaku, bukan ceritaku.

Tidak satupun dari mereka mengerti bagaimana kisah cinta kita yang pedih ini. Semakin mereka tertawa, mencibir dan memaki, semakin pula kita berjuang.

Aku selalu mengutuk diriku sendiri. Andai di masa lampau aku tak melakukan kesalahan. Andai di masa lalu aku tak membiarkanmu memilih orang lain. Aku tahu bahwa kita tidak akan sesulit ini. Kita takkan punya kisah pilu seperti ini. Kamu dan aku akan menjadi utuh layaknya dahulu.

Kata terlambat terlalu sering ku ucapkan. Aku sudah lebih jauh dari terlambat. Aku sudah tak punya nyali untuk membiarkanmu memilihku saat kamu ingin. Aku ingin kamu bahagia. Aku ingin kita bahagia.

Ya.. Tulisan ini memang abstrak. Tak punya arti, tapi dengan inilah aku dapat memberi tahumu bahwa aku sudah lelah. Aku terlalu lelah dan aku semakin lemah. Aku mulai letih menunggumu kembali. Aku hanya ingin bahagia denganmu. Apa itu sulit untuk kamu kabulkan? Aku hanya ingin kamu bersamaku. Apa itu sukar untuk kamu lakukan? Aku hanya ingin tua bersamamu. Apa itu mustahil bagimu?

Aku tanpamu, seperti langit tak berawan. Seperti rumah tak bertuan. Seperti pohon tak berbuah. Ada yang kurang. Ya, aku merasa selalu ada yang kurang ketika kamu tak lagi bernafas untukku. Semua terasa janggal ketika aku harus melakukan semuanya sendiri. Ketika kamu bukan untukku lagi.

Apa kamu bahagia tanpaku?

 

Di tulis ditengah kesibukan tanpa kamu

disampingku..

2 thoughts on “Aku Tanpamu

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s