Aku Percaya Rencana Tuhan

“Aku tahu dan aku percaya bahwa Tuhan akan mempertemukan kita pada waktu yang tepat”.

 

Ada satu wanita berwajah cerah, energik dan selalu tersenyum. Berhati kuat dan tegar bagai baja dengan kelopak matanya yang mampu menampung bermilyaran butir air mata. Ia tertindih oleh rasa cinta yang teramat dalam pada seorang lelaki yang mampu membuatnya menjadi seseorang. Mengubahnya menjadi wanita kuat dan menemukan jati dirinya.

Wanita itu selalu bahagia. Ah, lebih tepatnya berusaha terlihat bahagia. Ia selalu menyembunyikan sedihnya di balik tawanya yang meledak. Di balik setiap keceriaan yang ia umbar. Tak seorangpun tahu bahwa hati kecilnya selalu meronta lantas mulai memekakkan dadanya.

Hanya ada satu lelaki untuknya. Lelaki yang membuatnya tak bisa tidur ketika malam dan tak bisa bangun di pagi hari. Ia selalu terjaga saat malam bertemankan sepotong kenangan manis yang telah lelaki itu sisihkan di celengan kehidupannya. Dan ia tak ingin bangun di setiap paginya karena ia tak mau mimpi indah bersama lelaki itu hilang begitu saja.

Begitu rumit. Ya, setidaknya begitulah yang selalu ia katakan. Ia selalu menyemangati dirinya sendiri. Berusaha bangkit dan berdiri dari tumpukan masa lalunya lantas mencoba untuk melupakan bekas lelakinya. Namun nihil, wanita malang itu selalu gagal di setiap percobaan.

Perasaannya kacau balau. Bak kapal pecah ia mencoba untuk memperbaikinya kembali. Lelaki itu telah menyedot habis perhatiannya. Mengambil seluruh ruang dalam hatinya dan tidak mengizinkan siapapun untuk masuk ke dalamnya.

Malang. Ya, amat malang nasib cinta wanita tegar ini. Saat semua bunyi-bunyian dunia seakan di serap oleh gelapnya malam, ia malah merintih kesakitan menahan rindu. Menahan rasa sesak yang kian lama kian mencekik. Membuatnya susah bernafas. Tak bertemankan siapapun, ia hanya bisa memeluk dirinya sendiri. Menenangkan dirinya sendiri. Berusaha tegar seperti biasa. Memasang kembali topeng berwajah cerah yang selalu ia pakai.

Kau tahu?

Semua rasa sakit dan rindu yang datang menghantuinya dapat dengan mudah terkalahkan oleh rasa cintanya pada Si Lelaki. Entahlah. Ia sudah tak bisa merasakan hal yang sama pada pria lain kecuali bekas prianya sendiri. Orang yang dulu selalu ia impikan. Orang yang selalu setia menemaninya sejak pagi buta hingga malam menjelang.

Hanya satu hal yang ia percaya. Ia tahu bahwa Tuhan punya rencana sendiri. Ia yakin bahwa mereka akan di pertemukan oleh tangan –Nya di waktu yang tepat. Ia mengerti bahwa lelakinya sedang sibuk mengisi celengan hidup orang lain dengan kebahagian. Lelakinya tengah menemani siang dan malam orang lain. Ia sangat mengerti dan satu hal yang harus lelaki itu sadari bahwa..

Wanita itu adalah aku.

 

Serpihan kisah cinta yang malang,

ditulis oleh bekas wanitamu yang masih mencintaimu..

 

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s