Karena Akulah Yang Kedua

“Aku tak peduli saat mereka berkata bahwa akulah yang sebenarnya tersakiti. Bukan kamu. Atau dia”.

           

Dulu aku bertanya-tanya, mengapa orang lain sanggup menjadi yang kedua dalam suatu hubungan? Kenapa mereka senang dengan status mereka? Apa mereka tak bisa menjadi yang pertama? Apa alasannya?

Ya.. Sekarang aku tak perlu lagi bertanya. Aku sudah tahu jawabannya. Aku sudah mengerti apa alasannya, karena akulah salah satu dari mereka. Orang kedua. Pemain sampingan.

Kini aku tahu bahwa mereka sebenarnya tak senang dengan status mereka. Aku tahu rasa sakit yang mereka derita dan aku jelas tahu bahwa mereka bertahan dengan suatu alasan kuat. Bukan PHP seperti yang kebanyakan orang bilang. Ini berbeda. Jelas berbeda.

Aku kuat. Ya, setidaknya inilah yang selalu kukatakan untuk menyemangati diriku sendiri. Sungguh, aku tak punya teman untuk berbagi. Aku tak percaya dengan orang lain selain diriku. Aku masih sanggup menahan rasa rindu dan sakit yang bercampur aduk di dadaku. Aku sadar bahwa aku tak bisa menuntut banyak. Aku harus menahan diriku sendiri ketika aku ingin meminta lebih darimu.

Aku sudah kebal dengan cibiran yang keluar dari mulut mereka yang tahu tentang statusku. Aku sudah terbiasa dengan mata mereka yang memicing padaku. Menatapku dengan sinis dengan sudut mata yang tertarik. Seolah aku tak layak berada di sekitar mereka. Seakan aku tak berguna dan harus di buang jauh-jauh.

Aku sudah terlalu sabar menghadapi mereka. Menghadapi wajah anti-sosial mereka. Mendengar caci dan cibiran bagai pedang mengiris hati. Aku sudah terbiasa.

Saat mereka mengatakan bahwa aku adalah wanita bodoh, aku hanya bisa tersenyum membalasnya. Mereka mengataiku gadis tolol dan aku kembali tersenyum. Mereka bilang padaku bahwa kamu tak layak untuk di perjuangkan kemudian seutas senyum merekah dibibirku.

Sungguh.. Aku malas berdebat dengan mereka. Sekali lagi kutekankan, bahwa ini bukanlah PHP seperti yang mereka katakan. Aku punya alasan kuat untuk bertahan. Aku punya alasan mengapa aku masih memperjuangkanmu.

Jika suatu hari nanti aku bisa angkat suara, akan kutakan pada mereka bahwa aku adalah wanita yang kuat. Aku gadis dengan beribu alasan untuk bertahan. Aku pemeran utama yang tertunda. Diam dan nikmatilah kisah cinta senduku. Lihat dan tunggulah akhir dari ceritaku. Kalian bukanlah orang yang bisa mematahkan semangatku dengan cibiran kalian, dengan tatapan tajam kalian atau dengan tindakan penolakan kalian. Kuperingatkan.. Jangan menilaiku lagi.

Aku tahu masa itu akan tiba. Saat aku menjadi yang pertama. Saat mereka kembali memandangku. Saat kamu dan aku dapat berdiri bersama dan mengubah kisah cinta sendu menjadi ceria. Amin.

 

Ditulis di tengah kerumunan orang

penikmat kisah senduku.. 

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s