Aku Takkan Pergi

“Semakin aku ingin pergi, semakin aku merasa rindu”.

 

Aku baru sadar bahwa kamu dapat dengan tanggap merebut perhatianku. Aku juga baru sadar bahwa kamulah satu-satunya orang yang ingin aku hindari sekaligus ingin kumiliki. Kamulah lelaki menyebalkan yang siang malam lalu-lalang di pikiranku. Ah.. Membuatku sakit kepala saja.

Kamu.. Dengan suara jernihmu dan tingkahmu yang lucu selalu berhasil menjadi pengobat rinduku. Kamu selalu memenangkan hatiku dengan candamu, gelak tawamu dan perhatian kecilmu. Harus ku akui bahwa aku menyukainya. Aku suka dengan semua perlakuanmu padaku, sekecil apapun itu, sekonyol apapun itu. Tak satupun nilai minus yang kutemukan darimu.

Semuanya berjalan seperti biasa hingga aku mulai merasa ingin menjauh darimu. Aku ingin pergi darimu. Aku ingin berjalan tanpamu. Mungkin inilah keputusan tergila yang pernah kubuat sepanjang hidupku untuk memilih pergi seorang diri.

Anehnya, kamu tak melarangku. Kamu tak memohon padaku untuk tetap tinggal. Kamu membiarkanku pergi setelah pelukan hangat dan aroma tubuhmu yang sudah berpindah di pakaianku. Kamu tersenyum. Ya, tersenyum pedih. Di saat itu juga, aku mulai merasa sakit.

Aku memang pergi. Aku tak terlihat, tak terdengar, bahkan kamu tak bisa menemukan keberadaanku. Aku benar-benar pergi untuk kebahagianmu. Tapi kamu tak tahu bahwa aku terus memerhatikanmu. Aku terus menatapmu dari kejauhan, dari jarak yang tak pernah bisa kamu jangkau. Hingga aku tahu bahwa kamu baik-baik saja tanpaku.. Kemudian menghilang.

Waktu. Aku tahu jika waktu dapat menjawab segalanya. Ketika waktu membuat kepergianku tak berarti sama sekali untukmu. Ketika waktu membuat kita bertemu kembali setelah aku memutuskan untuk tak terlihat olehmu. Waktu telah mencurangiku.

Entah mengapa aku merasa senang saat kita dipertemukan lagi. Aku tak tahu kenapa jantungku berdegup sangat kencang layaknya kembang api memberontak di dalamnya. Perasaanku bercampur menjadi satu. Menyeruakkan dan terus meneriakkan namamu. Aku ingin terus memilikimu.

Pergi darimu bukanlah jalan keluar, melainkan egoku yang teramat besar. Bisa kubayangkan bagaimana terpukulnya kamu saat kukatakan bahwa aku ingin berpisah darimu. Aku ingin melepaskanmu. Tapi entah mengapa waktu selalu punya cara sendiri untuk mempertemukan kita. Apa ini hal ajaib lain atas hubungan kita?

Ya.. Aku sudah berjanji untuk tidak mengulangi hal gila ini. Aku berjanji untuk tidak meninggalkanmu lagi, apapun yang terjadi. Karena ku tahu, semakin aku ingin berpisah, semakin aku ingin kembali padaku. Semakin aku ingin pergi, semakin aku merasa rindu padamu.

 

Dari gadismu yang pernah pergi

lantas kembali akibat rindu..

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s