Jika Aku Bisa Memilih

“Sekali saja.. Aku ingin melupakanmu”.

 

Jika aku bisa memilih, aku tak ingin mengenalmu. Aku tak mau masuk ke hidupmu. Aku tak ingin mencintaimu dan aku tak mau terlihat olehmu. Aku selalu ingin mengubah masa laluku denganmu. Mengubahnya menjadi hilang, musnah lantas mati. Aku selalu ingin berhenti untuk mencintaimu dan beralih untuk membencimu. Aku selalu ingin melakukan hal-hal itu.

Kamu tahu.. Aku menulis ini dengan air mata. Dengan jemari yang gemetaran. Dengan hati yang tertusuk-tusuk oleh derita satu arah. Tapi apakah kamu peduli? Tidak.

Sekali lagi, aku ingin membencimu. Demi apapun, aku ingin membencimu. Aku lelah, sayang. Aku terlalu lelah untuk membiarkan hati ini jatuh padamu terus menerus. Sedang kamu tengah sibuk dengan wanitamu tanpa memandangku. Ya, aku memang bodoh karena tak dapat menghentikan rasa cinta yang teramat sangat pada lelaki orang.

Apa kamu pernah berpikir untuk menjadi aku?

Ketika kamu dijadikan nomor 2 dalam hal apapun. Ketika kamu di anak tirikan dalam hubungan dan ketika kamu tak didengarkan meski tengah merintih kesakitan. Tidakkah kamu ingin mencobanya?

Apalah arti yang kedua. Ketika kamu selalu di nomor-duakan, selalu di anak-tirikan dan selalu tak didengar meski tengah merintih kesakitan. Tak satupun orang yang akan mengganggapmu ada ketika kamu menjadi pemeran sampingan. Begitupun aku. Gadis yang selalu setia menunggumu saat kamu bersenang-senang dengan wanitamu.

Ini adalah permainan. Aku sudah terlanjur masuk ke dalamnya dan harus ku akui bahwa aku tak bisa keluar lagi. Aku sudah terjebak. Masuk ke dalam cintamu terlalu dalam. Aku hanya tak bisa melepaskanmu ketika semua yang kulihat adalah kamu. Aku terlalu naif dan juga terlalu takut untuk mengutarakan ini semua secara langsung.

Aku takut untuk mengatakan bahwa aku sudah lelah menunggu. Bahwa aku ingin melupakanmu dan membiarkanmu bahagia bersama wanitamu. Aku terlalu egois dan selalu ingin bersamamu tanpa melirik begitu banyak penderitaan yang akan aku terima karenanya. Terlalu bodoh.

Mungkin bukan sekarang, tapi aku yakin untuk menyelesaikan permainan ini. Aku yakin untuk melepasmu. Aku yakin bahwa suatu hari nanti aku akan bahagia dengan pilihanku dan itu bukanlah kamu.

 

Dari wanita keduamu yang suatu

saat akan meninggalkanmu..

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s