Rinai Hujan Berbicara Padaku

“Aku pikir sendiri tanpamu dapat membuatku tenang, tapi sayang hujan berbicara padaku bahwa kamulah satu-satunya”.

 

Terlepas darimu bukanlah sesuatu yang menyenangkan seperti yang kukira. Tak tahu kabarmu tidak membuatku berhenti berharap cemas layaknya yang kuduga. Aku malah semakin gelisah dan gelisah. Semakin hari kian terpikir hingga membuat nafasku mulai tersengal-sengal akibatmu.

Hingga hari ini aku mendengar suara lembut menggema di telingaku. Membuatku kembali tersadar bahwa kamulah orang yang aku mau, aku butuh dan aku dambakan. Rinai hujan menggelitik lembut kupingku, membisikkan namamu dengan anggun. Perasaanku mulai berkulum menjadi satu. Haru, rindu, sedih, gelisah kini mulai mencekik leherku. Apa sebegini sakitnya kehilangan kamu?

Aku terus merutuki diriku yang sok kuat. Aku menyesal karena menyangkalmu. Bahwa aku dapat bertahan tanpamu. Bahwa aku bukanlah gadis manja yang hanya bisa merengek padamu. Dan pada kenyatannya, aku memang lemah terhadapmu. Kamu kelemahan dan kekuatan terbesarku. Demi apapun itu, kamu satu-satunya obat hatiku.

Bau tanah yang basah mulai menyeruak ke dalam paru-paruku. Melengkapi kegundahan hatiku. Rintik-rintik hujan yang jatuh senada dengan air mataku untukmu. Malam semakin dingin dan rinai yang menemaniku semakin terasa. Mereka menggodaku dengan namamu, kisahmu dan suaramu. Mereka mengolokku yang terisak akibat ulah bodohku.

Dimana kamu?

Apakah aku akan terlihat konyol jika menemuimu dengan wajah ini? Ataukah aku terlihat menyedihkan jika aku memintamu untuk berada disisiku? Tidakkah aku nampak terpuruk di matamu?

Harus ku akui bahwa keputusanku memanglah salah. Jika saja kamu dapat menoleh padaku, merengkuh tubuh dinginku dan mulai mengucapkan kata penenang untukku, pasti aku sangat bersyukur. Ya, aku tahu bahwa itu hanyalah khayalan saat ini karena aku tahu bahwa kamu sudah pergi jauh.

Rintik-rintik hujan mulai berhenti. Menyisakan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Aku masih sendiri. Tertunduk lesu dan menangisi kesalahanku. Berharap kamu tahu kalau aku sangat butuh pelukanmu. Bodohnya aku karena mengharapkan hal yang mustahil.

Jika saja aku diberi kesempatan sekali lagi, aku masih ingin berada disampingmu, mendengar suara beratmu, bergelayut manja pada lenganmu dan membiarkan diriku kamu rengkuh dengan erat. Nihil, sekarang hanyalah aku bertemankan rinai hujan yang berbicara padaku.

Berusaha kuat. Itulah yang kulakukan sekarang dan semampuku karena kehidupanku akan berbeda tanpamu. Tapi aku yakin dan percaya, kemanapun cintaku berkelana, tujuan akhirku hanyalah kamu.

 

 

Untukmu yang pergi di balik hujan

dan hilang setelah pelangi..

One thought on “Rinai Hujan Berbicara Padaku

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s