Karena Akulah Tempatmu Kembali

“Dimanapun kamu, kemanapun kamu pergi, aku yakin bahwa akulah tempatmu berpulang”.

 

Apa kabarmu?

Masih ingatkah kamu padaku?

Masih berharapkah kamu melihat wajahku?

Rasanya kamu makin dewasa saja. Kamu makin terlihat tangguh, kuat dan tentu saja tampan seperti biasanya. Ya, semua orang tahu bahwa hobiku adalah memperhatikanmu. Melihat perkembanganmu dari hari ke hari layaknya seorang Ibu yang memperhatikan anaknya dengan tulus. Tentu akupun tulus padamu. Terlalu tulus, mungkin.

Aku tak tahu kamu bepergian kemana selama ini. Aku juga tak tahu bersama siapa kamu selama ini. Asal aku masih bisa melihatmu, meskipun sekilas, aku sudah cukup senang. Aku masih tahu kabarmu. Kuharap akan terus seperti ini. Selamanya kamu masih terlihat olehku.

Sudah menjadi hal biasa bagiku dikatai gadis gila cinta. Entahlah, aku hanya tak bisa mengontrol perasaanku padamu. Semakin kucoba, perasaanku malah semakin membludak. Rasanya ingin meledak keluar dan seolah meneriakkan namamu, hatiku berdegup dengan tidak tahu dirinya. Ah, apa ini yang namanya cinta sepihak?

Aku selalu menantikan senyum kecil yang tersungging dari bibir tipismu itu. Mungkin kamu tidak menyadariku, tapi aku sungguh mengagumimu. Ya, meskipun dari kejauhan. Aku terlalu takut untuk mengungkapkannya sendiri. Hatiku terlalu malu. Terlalu lemah untuk bersaing dengan kerumunan gadis-gadis yang lebih cantik dariku. Terlalu rapuh untuk menyingkirkan suara-suara manja yang ingin kamu belai rambutnya. Sungguh, aku takut untuk melakukannya.

Jadi.. Bagaimana harimu?

Darimana saja kamu seharian? Tidakkah kamu merindukanku?

Atau sekedar mencari keberadaanku?

Oh, tentu saja tidak.

Kamu terlalu sibuk dengan hidupmu hingga kamu tak tahu bahwa ada seorang wanita yang dengan tulus ingin memiliki hatimu jika saja ia punya kesempatan. Ia ingin kamu lihat, kamu rengkuh dan kamu bisikkan kata-kata romantis setidaknya sebelum ia menutup hari. Ia ingin kamu perhatikan layaknya ia memperhatikanmu. Ia ingin pula kamu cintai sebagaimana ia mencintaimu meski kamu mungkin sama sekali tak tahu bahwa wanita itu setia menunggumu. Kamu terlalu sibuk hingga kamu sendiri tak menduga bahwa wanita itu adalah aku. Pengagum nomor satu-mu.

Jika saja nasib berkata lain, aku mungkin akan berada di depanmu. Tersenyum berdua denganmu. Bergelayut manja di lengan kokohmu dan berjalan beriringan bak pasangan paling bahagia di muka bumi.

Aku yakin.. Suatu hari nanti kamu akan merasakan keberadaanku. Kamu akan mencariku. Kamu akan merindukanku dan terus merindukan diriku. Aku jamin suatu saat nanti kamu akan melakukan hal gila seperti yang aku lakukan karena akulah tempatmu berpulang.

 

Ditulis ditengah kerumunan gadis-gadis

pemuja ketangguhanmu..

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s