Jangan Pernah Menyesal

“Kita sudah berjanji untuk saling berkomitmen. Maka jika aku pergi, aku selalu punya komitmen untuk kembali”.

 

Ini bukan kisah cinta seputar Romeo dan Juliet. Bukan pula kisah cinta Adam dan Hawa yang terpisah selama puluhan tahun. Ini adalah kisah cintaku, kamu dan dia. Tiga insan Tuhan yang dipertemukan ditengah kemarut-pautan hidup. Dimana kamu dihadapkan oleh masalah perasaan dua orang gadis yang rela mengejar cintamu sedemikian jauhnya, sedalam sakitnya dan seberapa sabarnya diri mereka. Ya, mereka adalah aku dan dia. Dua wanita polos yang berhasil kamu curi hatinya lantas kamu gantungkan.

Sudah berulang kali kutegaskan pada diriku sendiri bahwa lelaki bukan hanya kamu. Aku bahkan sudah mulai lelah mendoktrin pikiranku sendiri bahwa kamu bukanlah untukku. Tapi sayang, semua itu terkalahkan oleh hatiku. Begitu banyak pria di luar sana, berhamburan bak menunggu untuk dijadikan Raja dalam hati, tapi hanya satu pria yang dapat merajai hatiku. Cuma kamu. Hanya kamu. Satu-satunya kamu.

Tunggu, aku mulai lupa bahwa bukan hanya aku yang ingin dimiliki olehmu. Ada gadis lain yang mati-matian memperjuangkan cintanya terhadapmu. Ia rela mengorbankan apapun untukmu, menghabiskan harinya hanya untuk memikirkanmu bahkan melakukan apapun yang kamu katakan padanya. Ia sama sepertiku yang mengharapkan ketulusan darimu. Dimatanya, kamu adalah satu-satunya lelaki yang dapat mengisi hatinya, sama sepertiku.

Dunia memang kadang tak adil. Ketika kamu mengingikanku untuk tinggal, aku malah memilih untuk tetap pergi.

Aku sungguh tahu diri, Sayang. Kamu bukan seutuhnya milikku. Kamu milik perempuan lain. Kamu selalu punya tempat untuk berpulang dan itu bukanlah aku. Kamu pernah berjanji padaku untuk menemuiku di masa depan. Akupun pernah berjanji untuk menunggumu sampai kamu menemukanku. Tapi apakah kamu tahu bahwa masa depan itu sendiri masihlah jauh? Apa kamu tak pernah berpikir bahwa akan ada banyak hal yang kamu temui dalam masa pencarianmu? Bagaimana jika kamu tak dapat menemukanku? Akankah kamu berhenti atau terus mencari?

Aku dan kamu berada di dua jalan yang berbeda. Aku tahu bahwa ini akan mengantarkan kita ke tujuan yang berbeda pula. Aku dengan tujuanku. Kamu dengan tujuanmu. Aku dengan kekasihku. Kamu dengan kekasihmu.

Bukan aku egois karena memilih pergi meninggalkanmu. Bukan pula karena aku tak mencintaimu lagi. Namun ketahuilah, aku sudah lelah menjalani hubungan aneh dan tak masuk akal ini. Aku sudah terlalu letih menjadi kekasih nomor dua-mu. Apa salahnya jika aku melanjutkan hidupku, Sayang?

Oh, ingatkah kamu tentang penantian panjangku? Ingatkah kamu bagaimana aku tabah menghadapi tingkahmu? Atau mungkinkah kamu ingat bagaimana aku berpura-pura tak peduli saat kamu menyebut nama kekasihmu dihapanku?

Semuanya kulakukan karenamu. Karena aku ingin melihatmu bahagia meski bukan denganku. Aku sanggup menahan rasa cemburu yang kian hari kian memuncak hanya demimu. Hanya demi janji masa depan yang kamu iming-imingkan padaku. Tapi sekarang tak lagi. Tak lagi karena aku sudah mengikhlaskanmu. Aku rela untuk membiarkanmu pergi bersamanya.

Maafkan aku dengan segala sikap menjengkelkanku ini. Mungkin kamu akan sangat geram terhadapmu. Mungkin pula kamu akan berusaha menahanku. Tapi kumohon, kali ini saja, biarkan aku memilih jalanku sendiri. Tanpamu.

Untuk itu kukatakan padamu, jangan pernah menyesal. Jangan kamu sesali apa yang sudah kamu perbuat padaku. Jangan coba kamu sesali apa yang sudah kamu janjikan padaku. Jangan pernah kamu kutuk dirimu atas apa yang telah terjadi. Semuanya akan sia-sia.

Asal kamu tahu, aku pergi dan kembali karena cinta dan lukamu.

 

Untukmu, lelakiku dengan ribuan janji

manis dimulutnya..

 

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s