Untukmu yang Ingin Kulupakan

“ Maafkan aku, Sayang”.

 

Sudah lama sejak pertemuan terakhir kita. Pertemuan yang tidak di rencanakan saat aku tak sengaja bertemu kamu. Tak sengaja ketika kita saling bertukar pandang dan hanyut bersama dalam beberapa detik. Mungkin kamu akan berpikir bahwa jantungku sudah tak berdegup lagi untukmu, tapi ketahuilah hanya kamu yang dapat membuatnya berfungsi dengan baik. Semuanya terlihat buram saat mataku menangkap cahaya yang kamu pancarkan. Seakan sudah suratan Tuhan, aku dan kamu di pertemukan di jalan indah-Nya.

Beberapa saat yang lalu, aku mulai bernostalgia.

Aku baru sadar bahwa kamu adalah seorang yang tak bisa kugapai. Aku akhirnya tahu bukan kamulah orang yang dapat kupercaya untuk menitipkan cintaku. Kamu hanyalah orang asing yang sibuk lalu-lalang di hatiku sembari menjajakan janji-janji manismu. Mencoba menyeruakkan seluruh pesona yang kamu miliki agar aku terus berpusat padamu, kamu dan dirimu. Kamu terlalu haus perhatian, Sayang. Kenapa hanya aku yang kamu buat menderita? Sedangkan kamu memiliki semua yang kamu inginkan.

Ya, aku memang gadis bodoh.

Meski berulang kali aku menohokmu dengan beribu pertanyaan tak berjawab, aku masih tetap  mencintaimu. Walau berulang kali kutegaskan pada diriku sendiri untuk tak mengharapkanmu lagi, aku masih menyayangimu. Hatiku terlalu polos untuk mengatakan tidak. Aku tak bisa membohongi diriku sendiri untuk membencimu. Aku bahkan tidak bisa berbohong pada hatiku bahwa bukan kamulah orang yang kubutuhkan. Bukan kamulah yang dapat membuatku kembali hidup. Sungguh, aku masih terlalu polos untuk menolak sejuta perasaanku padamu.

Kamu boleh menggangapku tak ada. Kamupun boleh bertingkah seakan aku bukanlah apa-apa untukmu. Seakan aku tak pernah menjadi pemilik hatimu. Aku sudah terlalu kebal menghadapi tingkah laku dinginmu padaku. Hatikupun sama, sudah terlalu lelah untuk mengejarmu.

Ya, tertawakanlah si Bodoh ini. Tertawalah sesuka hatimu layaknya aku adalah badut bayaran. Acuhkanlah diriku sebisa dirimu dan sebanyak yang kamu mau. Aku tak peduli berapa lama kamu akan menjadi seperti dirimu yang tak kukenal. Akupun tak peduli berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk mencari sepotong nyawamu yang hilang. Tapi aku peduli pada diriku yang ingin melupakanmu lantas mengubur rasa sakit ini bersamamu.

Sayang, aku memang naif. Tapi kamu harus tahu bahwa itulah cara terbaikku untuk dapat membencimu.

 

Dari gadis bodoh yang selalu

ingin membuangmu dari hidupnya..

 

 

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s