Selamat Datang, Cinta!

“Kusuguhkan kamu secangkir kasih nan hangat di sambut sepotong cinta yang sempurna”.

 

Hari ini hujan nampak sangat indah. Tiap tetesannya kunikmati dengan sendu. Jendela berembun tanda bumi telah basah untuk waktu yang lama. Namun ada satu yang berbeda hari ini. Ya, kamu.

Kamu nampak sangat kebingungan di bawah rintik hujan. Payung hitam yang kamu pegang menambah karisma dirimu. Aku terus memerhatikanmu dari balik jendela. Kamu berjalan ke kanan, namun kembali ke tempat semula. Kamu berjalan ke kiri, kemudian kembali seperti semula. Kamu melakukannya berulang kali hingga membuatku tertawa kecil. Kamu terlalu lucu.

Apa yang kamu cari? Apa yang kamu tunggu?

Untuk beberapa menit, kamu berdiri tepat di tengah hujan. Berdiam diri sembari menutup mata seakan mencari cara untuk kembali pulang. Sedetik kemudian, payung di tanganmu jatuh ke tanah. Aku terkejut. Kenapa? Apa aku harus menghamburmu keluar dan menarikmu masuk? Tapi tak kulakukan saat seutas senyum kamu sunggingkan dari bibir tipismu. Aku makin tak mengerti.

Aku kembali memerhatikanmu yang kini mulai basah dari kepala sampai kaki. Membiarkan air hujan menggerayangi tubuhmu. Senyummu tak pernah luntur. Hingga kemudian kamu mendongak ke arahku dan membuka pelan matamu. Kamu tersenyum untukku.

Saat itu aku baru mengerti. Kamu berdiri untukku. Menimang-nimang perkataan yang tepat untukku. Mengumpulkan keberanian untuk berbicara padaku. Tak butuh waktu lama, kamu sudah membuatku jatuh cinta. Kamu membuat kupu-kupu di perutku terbang kesana-kemari. Hujan menjadi saksi keberanianmu dan kini aku berdiri tepat di hadapanmu.

Kamu masih tersenyum. Satu-satunya senyum termanis yang pernah kulihat. Kulitmu basah bermandikan air hujan. Aku masih bertanya pada diriku sendiri apa yang harus kulakukan selanjutnya saat kamu sudah mendekapku dalam diam. Terasa dingin dan hangat di waktu yang bersamaan.

Pikiranku berpusat padamu. Dengan aroma tubuhmu yang kian memudar, akupun tenggelam dalam cinta yang kamu berikan. Kini aku dan kamu telah menjadi pasangan bahagia di bawah hujan. Suasana sendu telah berubah menjadi haru. Kamu terlalu manis untuk kusia-siakan. Kamu terlalu berarti untuk kutinggalkan. Untuk beberapa alasan, kamulah lelaki yang selama ini kunanti.

Kita tak saling mengucap kata untuk waktu yang lama. Hanya deru nafas berpacu kencang dan degupan jantung yang terdengar. Aku bisa merasakan pelukanmu seketika erat dan saat itulah kamu berbisik pelan di telingaku. “Selamat datang, Cinta”.

 

Untuk lelaki manisku dengan

payung cinta di tangannya..

 

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s