Rindukah Kamu Pada Kita?

“Kalau esok beri kesempatan, maukah kamu mengingatku lagi?”

Akhir-akhir ini pikiranku melayang entah kemana. Menguasai hampir seluruh sel otakku. Membuatku lumpuh seketika saat kenangan yang sudah jauh kukubur, muncul kembali ke permukaan.

Mereka sungguh tidak tahu diri. Mereka mengusikku. Mereka meledekku dengan potongan kisah-kisah di masa lampau dimana aku dan kamu adalah karakter utamanya. Tak ada hari yang tak bahagia disana. Tidak ada waktu yang tak menyenangkan disana. Semua berlalu begitu cepat dan terlalu indah. Saat kamu merengkuhku dan aku terbuai oleh kasih yang kamu suguhkan padaku.

Hingga kurasa dunia mulai mencurangi.

Kamu menghilang. Kamu seakan di telan bumi. Pergi tanpa jejak kemanapun aku mencari. Membuat dadaku sesak dari hari ke hari. Kala itu aku bertanya, sengajakah kamu?

Tak ada yang bisa menjawab pertanyaanku hingga hari ini. Sampai aku melihatmu dengan ekor mataku yang membuntutimu. Kamu disana. Berdiri. Sendirian bertemankan masa lalu di belakangmu. Mengitarimu bak kamulah raja mereka dan mereka adalah pengikutmu. Jangankan bahagia, tersenyum saja kamu tidak. Sinar matamu mengatakan bahwa kamu benci melihatku. Kamu benci bertemu denganku dan kamu ingin membuangku jauh-jauh sekali lagi.

Langkahku terhenti saat aku menyadari hal itu. Entah kenapa kamu yang sekarang bukanlah kamu yang dulu. Garis wajahmu yang terkesan lembut kini terlihat keras. Mata sayumu yang dulu teduh kini nampak garang dan siap mengintai. Bahkan, bibir indahmu yang dulu selalu kurindukan kini menjadi sangat menakutkan bagiku. Sedetik kemudian, wajahku terasa panas. Menjalari setiap inci permukaan kulitku. Aku tersadar saat air mata meluncur bebas membasahi pipiku. Saat hatiku mulai mengenali bahwa kamu bukanlah dirimu. Dari mana saja kamu selama ini? Apa yang membuatmu begitu berubah?

Aku bertanya-tanya kemana hilangnya tambatan hatiku. Akupun kerap kali mencari kemana perginya angin yang bertiup membawa rinduku. Namun hari ini, aku berhenti bertanya. Aku sudah tahu jawabannya lewat matamu. Aku bahkan sudah sangat mengerti kemana perginya semua itu. Mengarah kemana semua pertanyaanku.

Dan kini, timbul satu pertanyaan baru.

Rindukah kamu pada kita?

 

Dari wanitamu yang tak pernah berubah..

 

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s