Bukan Salahmu

“Bukan salahmu kita berpisah. Bukan salahmu kita membenci.”

 

Aku egois.

Aku ingin memilikimu tanpa berbagi dengan orang lain. Aku ingin sikap manismu hanya kamu tunjukkan padamu. Aku ingin akulah satu-satunya wanita yang kamu kagumi. Semuanya berputar padaku. Semuanya tertuju padaku. Dan anehnya, kamu menyanggupinya.

“Sayang, haruskah kita kencan hari ini?”. Kamu menjawab iya.

“Sayang, aku ingin membeli itu”. Kamu menjawab iya.

“Sayang, bolehkah aku pergi dengan teman-temanku?”. Kamu menjawab iya.

Kamu tak pernah mengatakan tidak untuk setiap keinginanku. Kamu terlalu memanjakanku hingga aku hilang kendali.

Hari ke hari, kamu masih saja bersikap sama. Kamu sabar menghadapi setiap tingkah anehku. Harus ku akui bahwa kita bahagia bersama. Kamu mencintaiku. Aku mencintaimu. Semua orang iri melihat kita. Semua orang ingin menjadi kita. Saling berbagi kasih sayang tak ada batas.

Hingga hari ini, kalimat yang selalu tak ingin kudengar keluar dari bibir tipismu.

“Aku ingin pergi.”

Penglihatanku buram seketika. Aku bahkan  tidak bisa merasakan kakiku sendiri. Hatiku bagai di tusuk pisau kecil namun tajam. Aku ingin menangis, tapi aku tahu ini bukan saat yang tepat. Akupun tak ingin bertanya kenapa karena aku tahu jawabanmu. Aku sudah menduga hari ini akan datang. Dimana kamu sudah lelah dengan aku dan sikapku. Dimana kamu memutuskan untuk menjauh dariku dan mendapatkan hidup yang lebih baik. Dimana aku harus membiasakan melakukan sesuatu sendirian.

Jujur, aku sudah bersiap diri sejak jauh hari. Entah apa yang menghampiri pikiranku hingga aku berpikir untuk memintamu kembali sedetik yang lalu. Aku menyesali sikapku yang amat kekanak-kanakan selama ini namun tak ingin kukembali ke masa lalu. Karena aku tahu kamu pantas untuk pergi dariku. Kamu pantas untuk hidup di jalanmu.

Sayang, bukan salahmu ketika mata kita tak saling mencari. Bukan salahmu ketika jari kita tak saling bertaut. Bukan salahmu ketika hati kita mengembara tak tentu arah. Bukan salahmu ketika tujuan kita sudah tak sejalan. Bukan salahmu ketika waktu tak mengizinkan kita bertemu. Bukan salahmu ketika kita tak saling bertegur sapa saat berpapasan. Bukan salahmu ketika orang lain iba terhadap hubungan kita.

Semua salahku.

 

Dari gadis manja di masa lalumu..

Jangan lupa tinggalin jejak yah..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s